Ceria Belajar Gerak Parabola dengan Komik dan Video Fisika (Nominasi Penghargaan Guru Inovatif Indonesia) – MAN 1 Palembang

  Disukai 149
  Dilihat 870
bacaan

sumber ilustrasi : Dokumen Pribadi
Diterbitkan : 25 Desember 2021 17:13
Sumber : Rumah belajar
Penulis : AMALIA

Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam baik yang mikro maupun yang makro. Banyak fenomena makro yang dapat kita lihat di sekitar kita. Es batu yang mencair, cahaya yang menyilaukan, anak panah yang melesat atau bahkan beberapa fenomena pada cabang olahraga seperti permainan bulu tangkis.

Lintasan suttle cock pada permainan bulu tangkis membentuk gerak yang disebut gerak parabola. Materi gerak parabola diajarkan di kelas X jenjang SMA/MA semester ganjil. Sebagai siswa yang baru tamat jenjang SMP/MTs, siswa kelas X ini tentu ingin memahami gerak parabola dengan cara yang menyenangkan. Sayangnya materi pelajaran fisika terkesan cenderung sulit, serius dan membosankan. Hal in tak lepas dari monotonnya cara pembelajaran yang dilakukan oleh kebanyakan guru fisika, yaitu penjelasan sebentar, pemberian rumus yang banyak, contoh soal dan dilanjutkan dengan latihan atau Pekerjaan rumah (PR). Tentunya pola pembelajaran monoton seperti ini tidak dapat membuat pelajaran fisika menjadi pembelajaran yang menyenangkan.

Pembelajaran fisika di jenjang SMA pada umumnya didominasi oleh banyaknya rumus dan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas jarang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari karena harus mengejar padatnya materi yang diajarkan. Padahal kompetensi dasar yang tertulis di kurikulum untuk materi gerak parabola adalah : Menganalisis gerak parabola dengan menggunakan vektor, berikut makna fisisnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa kelas X yang saya ajar di MAN 1 Palembang adalah siswa yang suka dengan komik. Oleh karena itu, saya sebagai guru fisika berinisiatif membuat media pembelajaran yang tidak hanya membangkitkan keceriaan siswa untuk belajar fisika tapi juga dapat menjelaskan tentang konsep gerak parabola. Komik dapat dilihat di tautan ini :  komik fisika dengan Canva

Komik tersebut juga saya lengkapi dengan qr-code yang mengkoneksi komik dengan video yang saya buat sendiri dan sudah tayang di rumah belajar kemdikbud di tautan berikut :  Video Rumah belajar gerak parabola

Pada halaman akhir komik saya menyisipkan 5 soal sebagai asesmen siswa.

Komik Fisika dengan qr-code video

Setelah jadi, komik lalu digunakan. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial : Mengapa lintasan bola bulu tangkis bisa berbentuk setengah lingkaran ? Ada yang menjawab karena bola dipukul dan ada yang menjawab karena ada sudut lemparannya. saya lalu menjelaskan jawabannya sudah benar, namun kurang lengkap karena ada satu faktor lagi yang kurang. Faktor apakah itu ?

Saya lalu mengajak siswa yang sedang belajar daring untuk membaca komik fisika yang sudah saya kirim ke grup WA kelas dan meminta siswa untuk membaca komik sampai ke halaman 7. terlihat dari layar Microsoft teams siswa sangat antusias belajar dengan media komik fisika ini. bahkan ketika ditanya sudah sampai halaman 7? ada yang menjawab sudah sampai tamat Bu komiknya.

Setelah itu saya tanyakan kembali ke siswa faktor yang menyebabkan lintasan bola bulu tangkis bisa berbentuk setengah lingkaran. Setelah membaca komik fisika, mereka dengan lancar menyebutkan karena bolanya dipukul dengan sudut pelemparan tertentu yang ditinjau secara 2 dimensi.

Siswa terlihat sangat antusias menjawab pertanyaan yang diberikan, terlihat dari berebutannya mereka menjawab, sesuatu yang belum pernah terlihat di pembelajaran daring sebelum-sebelumnya. 

Saya lalu mengajar siswa masuk ke halaman 8, yaitu scan qr-code untuk dapat melihat video pembelajaran di rumah belajar. Beberapa siswa yang tidak memiliki aplikasi scan qr-code saya berikan langsung tautan video gerak parabola di rumah belajar.

Video gerak parabola di rumah belajar 

Setelah selesai menonton video, siswa diminta untuk menyelesaikan tugas asesmen yang ada di halaman 9 komik dan kegiatan daring ditutup dengan refleksi yaitu meminta siswa menuliskan kesan terhadap pembelajaran yang baru saja dilaksanakan.

Beberapa refleksi yang dituliskan siswa :

Siswa A : Selama ini saya belajar tidak begitu semangat, Bu. Namun dengan komik dan ada videonya saya merasa senang. Ternyata fisika tidak terlalu serius, ya dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.  saya kira rumus melulu.

Siswa D : Jujur, Bu. Jika saya kurang paham dengan materi dan soal yang diberikan, biasanya saya akan mencari jawaban tugas tersebut di Google ataupun aplikasi belajar. tapi dengan komik dan ada videonya juga, saya jadi bisa mengerjakan tugas sendiri. 

Siswa M : Terkadang saya suka menunda-nunda dalam mengerjakan tugas. tapi setelah saya belajar pakai komik, saya jadi ingin tahu lebih banyak dan mencoba langsung mengerjakan asesmen.

Sampai ke refleksi yang bernada curhat,

Siswa S : Soal fisikanya seperti ini saja bu, mudah dan bisa dikerjakan sendiri. Tolong lebih banyak pakai media kayak gini dan perbanyak penjelasan materi serta disedikitkan tugas karena tugas sering menumpuk. Semakin dikerjakan semakin bertambah. Bisa menurunkan kesehatan, Bu. 

Artikel ini dapat dilihat presentasinya pada tautan berikut Presentasi Canva


Bookmark