DAMPAK PANDEMI COVID-19 PENUNDAAN KEBERANGKATAN JAMA’AH HAJI 1441 H TAK TERELAKAN ASPEK KESELAMATAN

  Disukai
  Dilihat 54
refleksi

sumber ilustrasi : Moh Raf'i Kepala Madrasah MA Alkhairaat Donggulu K
Diterbitkan : 30 November 2021 07:47
Sumber : MOHAMAD RAF'I TANDAWALI
Penulis : MOHAMAD RAFI TANDAWALI
RPP Terkait : Khilafah sebagai Ulil Amri Dlm Penanganan Covid-19
Jenjang : SMA/MA/Paket C
Kelas : 12
Mapel : Fiqih

Pandemi covid 19 adalah realitas global yang menerjang tatanan kehidupan umat manusia dari level internasional hingga rumah tangga. Kemunculanya bisa menyerang siapa saja yang dapat terjangkiti tampa memandang negara,, agama, suku ataupun strata sosial lainya. Ia menjadi musuh bersama harus dilawan dgn cara memutuskan mata rantai penyebaranya.sangat tidak elok jika ada sepihak merespon penanganan Covid-19 ini dengan kecurigaan Politis. Covid adalah musibah yang menglobal siapapun berpotensi terpapar jika daya tahan tubuhnya tdk kuat, tidak menerapkan pola hidup sehat.physical distancing.Virus ini berpindah dan mencari inang baru dlm tubuh manusia melalu droplet yang keluar dari mulut dan hidung orang yang terjangkiti.

Menteri Agama Fachrul Razi telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan KeberangkatanJemaah Haji 1441 H/2020M Jakarta selasa 02/06. Sesuai amanat Undang-Undang selain mampu secara ekonomi dan fisik kesehatan,keselamatan dan keamanan jemaah haji harus terjamin dan diutamakan.. Kemenang telah melaukan kajian literatur serta menghimpuin sejumlah data dan informasi tentang haji disaat pandemi wabah virus saat ini.. keberangkatan jamaah haji sangat berbahaya. Agama sendiri mengajarka, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan

Didapatkan fakta bahwa penyelenggaraan ibadah haji pada masa terjadinya pandemi wabah menular telah mengakibatka tragedi kemanusiaan di mana puluhan ribu jemaah haji menjadi korban . Tahun 1814misalnya saat terjadi wabah Thaun tahun 1837 dan 1858 terjadi wabah epidemi,1892 wabah kolera1987 wabah meningitis sedangkan pada tahun 1947 Menang saat itu Fathurrahman Kafrawi, mengeluarkan Maklumat Kemenang No 4/1947 tentang penghentian Ibadah Haji dimasa perang.

Selain soal keselamatan Pemerintahan Arab saudi hingga saat ini belum membuka akses layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441 H/2020 M. akibatnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama tidak memiliki kecukupan waktu guna melakukan persiapan dalam pelaksanaan pembinaan pelayanaan perlindungan kepada jamaah haji. padahal persiapan itu sangat penting,agar jemaah dapat menyelenggarakan ibadah secara aman dan nyaman

Pembatalan keberangkatan jemaah haji ini berlaku untuk seluruh warga negara indonesia (WNI) maksudnya pembatalan itu tidak hanya untuk jemaah yang menggunakan kuota haji pemerintah, baik reguler maupun khusus tapi termaksud juga jemaah yang akan menggunakan visa haji mujamala atau furada

Bersama dengan terbitnya KMA ini Petugas Haji Daerah (PHD), pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinyatakan batal. Bipih yang telah dibayarkann akan dikembalikan ” Gubernur” Pemerintah daerah dalam hal ini dapat mengusulkan nama PHD pada haji tahun depan. dan semua paspor jemaah haji dan bimbingan dari unsur KBIHU pada penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/ 2020 M akan dikembalikan pada pemiliknya masing-masing

Tujuan Pemerintah sebagai Ulil Amri ” Kementerian Agama pada pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun ini pada situasi virus pandemi-19 tinjauan aspek keselamatan menegaskan bahwa semua aktifitas dan ibadah tampa terkecuali dilaksanakan dalam rangka menjaga agama, akal, diri keturunan dan harta. karena itu pula ulama mengatakan “menghindari bahaya selalu lebih prioritas dari mencari maslahat”

Kita dapat belajar dari beberapa contoh dimasa Nabi:SAW pernah menegur salah seorang sahabat karena membiarkan untanya tidak terikat dengan dalih Tawakkal kepada Allah SWT, sementara ia masuk mesjid untuk sholat. Kita juga teringat hadist lainya ” Jika kalian mendengar kabar tentang merebaknya wabah Tha’un disebuah wilayah janganlah kamu memasukinya. Dan, jika kalian tengah berada di dalamnya, maka janganlah kamu keluar darinya” ( HR. Albukhari dan MUslim). Nabi pernah menganjurkan tinggal dirumah dari pada ke mesjid hanya karena hujan lebat yang menakutkan. Nabi SAW pernah berujar agar yang sakit tidak bercampur dengan yang sehat.( HR. Albukhari dan MUslim). rasa takut dan sakit juga diyakini sebagai uzur (alasan) untuk tidak sholat jamaah di masjid.

contoh-contoh seperti inilah sejatinya dapat menjadi preseden yang baik bagi umat islam untuk beribadah di masa wabah pandemi corona 19. semoga ujian covid segera usai.

Allah Swt Berfirman Q.S al”:Anfal : 25 ” Dan peliharalah dirimu dari siksa yang sekali-kali tidak hanya meninpa secara khusus orang-orang yang zhalim di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah Swt sangat keras pembalasanya.”


Bookmark