KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR YANG EFEKTIF DENGAN MELIBATKAN SISWA SECARA AKTIF

  Disukai 6
  Dilihat 6177
bacaan

sumber ilustrasi : Galeri pribadiku
Diterbitkan : 10 September 2021 07:45
Sumber : FADILLAH, S.Pd.
Penulis : FADILLAH
Jenjang : SMP/MTS/Paket B
Kelas : 7
Mapel : Bahasa Inggris

KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR YANG EFEKTIF DENGAN MELIBATKAN SISWA SECARA AKTIF

Penulis : FADILLAH, S.Pd.

         Menurut Drs. Moh. Uzer Usman bahwa “Proses Belajar-Mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar”. Proses Belajar-Mengajar merupakan inti dari proses pendidikan, guru memegang peranan penting. Dalam proses belajar-mengajar ada satu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang.

         Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Olehnya itu guru harus merencanakan dan membuat RPP sedemikian rupa dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan memperbaiki kualitas siswa. Guru bertindak sebagai pengelola proses belajar-mengajar, selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar-mengajar yang efektif sehingga menciptakan situasi proses belajar-mengajar yang baik, mengembangkan bahan pembelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa memahami, menyimak dan merespon pelajaran dengan baik, religius, kreatif, berpikir kritik, menjalin kerjasama yang baik dalam kerja kelompok serta menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai.

         Untuk mencapai hal-hal tersebut guru dituntut mampu mengelola proses belajar-mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa agar siswa mau belajar, karena memang siswalah yang  menjadi subyek utama dalam belajar. Salah satu cara untuk menciptakan kondisi belajar-mengajar yang efektif yaitu “Melibatkan siswa secara aktif”.

         Menurut William Burton, “Teaching is guidance of learning activities, teaching is for purpose of aiding the pupil learn”. Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Dengan demikian, aktivitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga siswalah yang seharusnya banyak aktif.

         Betapa pentingnya aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar sehinga John Dewey, sebagai Tokoh Pendidikan, mengemukakan pentingnya prinsip ini melalui metode proyeknya dengan semboyan Learning by doing. Bahkan jauh sebelumnya para Tokoh Pendidikan lainnya seperti Rousseau, Pestalozi, Frobel, dan Montessory telah mendukung prinsip aktivitas dalam pengajaran ini.

         Aktivitas belajar siswa yang dimaksud adalah Aktivitas Jasmaniah dan Aktivitas Mental.

Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, seperti :

  1. Aktivitas Visual (Visual activities) seperti membaca, menulis, melakukan eksperimen, dan demonstrasi.
  2. Aktivitas lisan (oral activities) seperti bercerita, tanya-jawab, diskusi, membaca puisi dan menyanyi.
  3. Aktivitas mendengarkan (Listening activities) seperti mendengarkan penjelasan guru, ceramah, pengarahan, mendengarkan lagu, mendengarkan dialog.
  4. Aktivitas gerak (motor activities) seperti senam, menari, melukis, atletik.
  5. Aktivitas menulis (writing activities) seperti mengarang, membuat makalah, membuat surat.

         Setiap jenis kegiatan tersebut di atas memiliki kadar yang berbeda tergantung dari segi mana tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar-mengajar. Yang terpenting aktivitas kegiatan belajar siswa hendaknya memiliki kadar yang lebih tinggi. Dan sesuai dengan tujuan Pembelajaran pada RPP Darurat Masa Pandemi Covid -19 menitik beratkan pada pengembangan karakter siswa yang religius, disiplin, bertanggung jawab, serta berpikir kritik dan mengimplementasikannya dalam kegiatan sehari-hari dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan harapan setelah kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan, siswa mampu memahami dan merespon materi Descriptive Text tentang Cara Mencegah Penularan Covid-19 dengan cara tetap taat kepada Protokol Kesehatan untuk disampaikan kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya agar usaha memutus mata rantai penularan Covid-19 berhasil dengan baik sehingga kurva penularan Covid-19 makin menurun hingga tidak ada lagi korban yang terpapar.

         Demikianlah sekelumit dari saya semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi tenaga pendidik yang sempat membaca artikel ini. Semoga Tujuan Pembelajaran kita pada RPP Darurat Masa Pandemi Covid-19 tercapai dengan baik, dan semoga masa pandemi ini segera berakhir agar pembelajaran di kelas kembali normal seperti sediakala. Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin…

Terima kasih…

Wassalamu alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh. 


Bookmark

Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya