Memanfaatkan Canva untuk Mengatasi keterbatasan Ruang dan Waktu dalam Pembelajaran karakter Profil Pelajar Pancasila (Nominasi Penghargaan Guru Inovatif Indonesia)_SMAN 1 Citeureup

  Disukai 41
  Dilihat 2310
bacaan

sumber ilustrasi : koleksi pribadi
Diterbitkan : 25 Desember 2021 17:14
Sumber : Modul guru penggerak
Penulis : IKA YANTI SHOLIHAH

Pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Namun, hal tersebut tidak boleh menyurutkan semangat guru dalam proses transfer pengetahuan dan keterampilan kepada murid. 

Salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi, seperti Canva. Hal ini telah saya lakukan dalam proses pembelajaran karakter untuk menuju profil pelajar Pancasila. 

Beberapa waktu lalu, sekolah kami, SMAN 1 Citeureup melakukan program pengenalan dan pemahaman kampanye anti-bullying. Setelah berdiskusi dengan kolega, akhirnya kami sepakat membuat proyek penulisan untuk kelas 10. Ada 12 kelas mengikuti program penulisan buku ini. 

Mengapa kami memilih proyek penulisan buku? Alasannya adalah agar murid belajar memahami apa arti bullying secara mendalam. Selain itu, proyek ini mengajarkan kolaborasi dan gotong royong pada murid. 

Pradipta, salah satu murid kelas X-6 menyatakan bahwa proyek ini sangat seru dan menambah pengalaman. Meskipun awalnya ragu, karena menulis buku merupakan sesuatu yang terkesan rumit. Tapi akhirnya dia berhasil menyelasaikan proyek tersebut bersama teman sekolahnya dengan cukup mulus. 

“Canva mempermudah pengerjaan untuk mendesain cover, menulis artikel, infografis, bahkan fasilitas share berbagi yang membuat kami saling mengoreksi dan bekerja sama. Sungguh teknologi yang memudahkan dalam proses membuat buku,” kata Pradipta. 

Proses belajar dengan membuat buku, membuat murid mengeksplorasi lebih luas dan mendalam apa itu perundungan. Dengan berkolaborasi dalam mencari informasi dan menyusunnya dalam bentuk buku. 

Saya sebagai guru, hanya sebagai fasilitator dalam mengarahkan murid memilih tema dan melakukan pendalaman materi melalui diskusi. Untuk memantau proyek para murid, saya tinggal membuka link yang mereka bagi. Lalu berdiskusi apa yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan. Dari sisi konten maupun desain. 

Hasilnya cukup menakjubkan. Semua kelas berhasil menyelesiakan buku mengenai program anti bulliying. Ada 12 buku kami terbitkan dan kami cetak. Seluruh warga sekolah terlihat puas dengan program ini. Satu hal yang pasti, ada kebanggaan dari para murid, dengan karya yang mereka hasilkan. Saya yakin mereka juga bisa memahami apa arti bulliying dan cara mencegahnya. 

Satu hal lagi yang membuat kami berbangga, buku ini membuat apresiasi dari sekolah lain dan mereka tergerak untuk ikut membuat proyek sejenis. Tentu saja kami akan senang hati berbagi mengenai bagaimana memanfaatkan Canva untuk proses pembelajaran di sekolah. 

Semoga langkah kecil ini bisa menjadi langkah awal yang baik, untuk menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan menyenangkan. Canva membantu kami mengimplementasikan apa yang disebut merdeka belajar. 

Link presentasi Canva Nominasi Penghargaan Guru Inovatif Indonesia dari saya bisa dicek di sini 

 


Bookmark

Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya