MENANAMKAN JIWA KEBANGSAAN PADA ANAK USIA DINI

  Disukai 1
  Dilihat 431
refleksi

sumber ilustrasi : google
Diterbitkan : 13 November 2021 09:55
Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Wikipedia, surat edaran no 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pen
Penulis : SURATININGSIH
RPP Terkait : ADA BENDERA DI RUMAHKU

MENANAMKAN JIWA KEBANGSAAN PADA ANAK USIA DINI PENULIS : DRA. SURATININGSIH,S.Pd TK NEGERI PEMBINA KAWEDANAN Email : surati_ningsih@belajar.id “Setiap orang menjadi Guru dan setiap rumah menjadi Sekolah “, ajaran yang disampaikan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara ini sangat sesuai dengan apa yang terjadi saat ini, pendidikan di masa pandemic, anak – anak harus belajar dari rumah . Yang bisa kita ambil dalam pelajaran ini yaitu : (1), setiap anggota orang dewasa yang ada dalam keluarga dapat mengajarkan pendidikan spiritual, social , pengetahuan dan keterampilan ,(2) bahwa setiap rumah hendaknya menjadi tempat bagi anak – anak dan anggota keluarga untuk belajar spiritual, social , pengetahuan dan keterampilan untuk kehidupan yang penuh makna di masa depan. Selanjutnya untuk Pendidikan karakter di masa pandemic menjadi tanggung jawab siapa ?, Dalam surat edaran no 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pendidikan dalam masa darurat Covid 19, terkait BDR (belajar dari rumah ) Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (Daring) dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Dalam masa pandemic ini pendidikan karakter yang diarahkan guru di sekolah tidak maksimal, hal ini karena guru tidak dapat membimbing anak secara langsung dengan waktu yang cukup panjang, maka pengarahan dan pembimbingan dikolaborasikan dengan orang tua . Guru merencanakan pembelajaran yang bermakna dan orang tua membimbing anak dalam melaksanakan kegiatan main dan belajar yang telah dirancang / direncanakan guru yang dituangkan dalam RPP. Pendidikan karakter berkebangsaan harus ditumbuhkan pada anak usia dini, dimana anak – anak diusia dini masuk dalam golden age, pada masa inilah orang tua perlu mengajarkan tentang karakter dan juga rasa cinta tanah air , karena jiwa nasionalisme pada dasarnya adalah akhlak. Selama akhlak atau karakter bagus dan sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia maka jiwa nasionalisme akan mudah untuk ditumbuhkan.Pembelajaran Akhlak yang didalamnya ada spiritual dan social ini yang akan membentuk karakter anak . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter adalah sifat-sifat kejiwaan , akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Sedangkan pendidikan karakter menurut Wikipedia , adalah bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukan bagi generasi selanjutnya. Ada 5 karakter yang perlu ditumbuhkan pada anak usia dini (1) Religi, (2) Jujur, (3) Disiplin, (4) mandiri dan (5) tanggung jawab. Sedangkan pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan upaya penanaman perilaku terpuji pada anak baik perilaku beribadah, perilaku sebagai warga Negara yang baik,perilaku berinteraksi dengan orang lain dan perilaku terpuji yang bermanfaat untuk kesuksesan hidupnya.Selanjutnya Pengertian nasionalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nasionalisme adalah suatu paham yang mengajarkan seseorang tentang sikap mencintai bangsa dan negaranya sendiri. Nasionalisme sangat berhubungan dengan sikap mencintai negara, baik budayanya, masyarakatnya maupun tatanannya. Mempercayakan sekolah saja tidak cukup untuk menanamkan jiwa nasionalisme pada anak usia dini. Perlu peranan orang tua dan lingkungan sekitar untuk mewujudkan jiwa nasionalisme pada anak dan rumah bisa dijadikan sebagai sekolah, sekaligus sebagai sumber belajar, artinya di setiap sudut rumah bisa digunakan anak untuk belajar , sehingga kegiatan BDR (belajar dari rumah ) akan menjadi menyenangkan. Dan ini tugas guru TK (PAUD) untuk dapat merencanakan kegiatan bermain dan belajar anak dengan memanfaatkan rumah sebagai sumber belajar.Pada RPP yang sudah dibagikan penulis di portal guru berbagi “Di rumahku ada bendera” yang terbit pada tanggal 08 agustus 2021 , penulis mengambil momen kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan RI, dimana setiap rumah diwajibkan untuk memasang bendera Merah Putih, bendera kebangsaan Indonesia. Penulis sebagai guru PAUD merencanakan kegiatan main dan belajar yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme anak usia dini / siswa, yang dikaitkan dengan kegiatan orang tua dan lingkungan rumah yang dalam rangka memperingati HUT RI semua terlibat dalam menghias rumah, jalan atau kampung dengan aneka umbul umbul dan hiasan yang semarak. Dengan tetap mengembangkan 6 aspek perkembangan yang ada ; NAM KD 3.1,1.2, SOSIAL EMOSI KD 2.8, 2.9, FISIK MOTORIK KD 3.3/4.3, KOGNITIF KD 3.5/4.5,3.7/4.7, BAHASA KD 3.11/4.11, 3.12/4.12 dan SENI KD 3.15/4.15, maka penulis merencanakan kegiatan main yang berhubungan dengan semangat kebangsaan. Dalam kegiatan main dan belajar yang telah dirancang penulis dan dituangkan dalam RPP, semua kegiatan melibatkan anak akan kegiatan kebangsaan, nasionalisme yang kesemuanya ada dalam pendidikan karakter anak usia dini . Untuk kegiatan main dan belajar penulis paparkan / dijabarkan sebagai berikut : NAM KD 1.1,1.2 (rasa syukur atas ciptaan Tuhan ), dalam kegiatan ini anak diajak berdiskusi, dan guru memberikan informasi yang benar tentang Negara Kesatuan Indonesia. Negara Indonesia dan kemerdekaan Indonesia adalah dari Tuhan, maka kita sebagai warga Negara harus merawatnya, menjaganya dan mengisinya dengan tetap semangat belajar di masa pandemic, bentuk rasa syukur sebagai anak Indonesia. SOSIAL EMOSI KD 2.8 (sikap mandiri, sikap percaya diri ) , mengajak anak untuk menjadi anak yang mandiri, pribadi yang tangguh tidak tergantung orang lain, (anak membantu orang tua ; menjaga adek, membantu membuat hiasan bendera dan memasang bendera, dan penuh percaya diri mengucapkan sila pancasila) FISIK MOTORIK KD 3.3/4.3 : sebagai bentuk rasa cinta Tanah Air dan Nasionalisme anak – anak membuat kolase bendera merah putih, mengadakan lomba dengan anggota keluarga : lomba membersihkan kamar, lomba makan kerupuk, lomba memindahkan bendera KOGNITIF KD3.5/4.5 , 3.7 /4.7 (dapat memecahkan masalah sederhana ), anak – anak mengenal sila pancasila dan diharapkan anak dapat menerapkan sila dalam pancasila dalam kehidupan sehari hari; taat beribadah , peduli pada sesama, menjaga persatuan Indonesia denagn tidak membedakan teman , bersikap demokratis / mau mendengar pendapat orang lain, anak dapat menyusun kepingan sila pancasila, membilang gambar BAHASA KD 3.11 /4.11, 3.12/4.12 (bahasa ekspresif dan keaksaraan awal), anak mampu meniru menulis kata bendera merah putih di kreasi kolase bendera yang dibuatnya, dapat bermain Tepuk Indonesia. SENI KD 3.15/4.15 ( menyanyi lagu aku anak Indonesia ), untuk lebih menanamkan dan memupuk jiwa keabngsaan dan Nasionalisme anak , anak dikenalkan dengan lagu AKU anak Indonesia, selain untuk mengenalkan tentang Indonesia dengan budayanya, pulaunya, bahasanya , juga yang lebih utama memberikan rasa bangga menjadi anak Indonesia. Dengan kegiatan yang telah penulis rencanakan dan dituangkan dalam RPP , semoga keinginan penulis sebagai guru PAUD dengan bekerjasama dengan orang tua dan saling berkontribusi mewujudkan jiwa nasionalisme pada anak agar tercipta generasi penerus bangsa yang memiliki karakter, wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan rela berkorban untuk keutuhan negara Indonesia. Semoga anak anak PAUD mempunyai jiwa nasionalisme dan kemudian kelak agar anak-anak ini nantinya menjadi generasi penerus bangsa yang cinta tanah air. Merdeka !!!


Bookmark

Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya