Menumbuhkan Kemandirian Pada Anak Usia Dini

  Disukai
  Dilihat 369
refleksi

sumber ilustrasi : Dokumen pribadi
Diterbitkan : 7 September 2021 21:08
Sumber : Pengalaman pribadi, berbagai jurnal artikel tentang kemandirian anak.
Penulis : NENIN NURDIANI
RPP Terkait : RPP Tema Negaraku Sub Tema Bendera Negara

Menumbuhkan Kemandirian Pada Anak Usia Dini

Nenin Nurdiani, neninnurdiani48@gmail.com

Calon Guru Penggerak Angkatan 2

Kabupaten Majalengka

Abstrak :

Kemandirian merupakan salah satu nilai utama dalam pendidikan karakter yang diperoleh melalui proses pembelajaran. Dalam proses belajar menuju kemandirian, anak belajar untuk menghadapi berbagai situasi dan kondisi lingkungan yang akan menumbuhkan rasa keberanian dan percaya diri pada anak. Anak akan mampu melakukan aktivitas sederhana tanpa bantuan orang lain. Artikel ini bertujuan untuk merefleksi seberapa pentingnya menumbuhkan karakter kemandirian pada anak usia dini dalam proses pembelajaran sehingga anak tidak lagi bergantung pada orang lain melainkan dapat berdiri sendiri.

Kata kunci : pendidikan karakter, kemandirian, anak usia dini.

Pendahuluan

Pendidikan anak merupakan pendidikan yang paling mendasar untuk membentuk anak yang berkualitas dalam pengembangan sumber daya manusia. rentang anak usia dini menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional adalah sejak usia nol sampai dengan usia delapan tahun (Ranita sari, 2019). Masa ini disebut dengan golden age atau masa emas bagi anak dimana pada masa tersebut berbagai potensi anak berkembang dengan pesat dalam renytang kehidupan manusia.

Pendidikan karakter adalah upaya yang disengaja untuk mempromosikan pengembangan karakter siswa di sekolah (Berkowitz, 2009). Sedangkan menurut Lickona (1996) bahwa pendidikan karakter sebagai upaya yang disengaja oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membantu kaum muda memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etis intiu. Pendidikan karakter pada hakikatnya adalah pendidikan nilai (Kirschenbaum, 2000) yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Pendidikan karakter merupakan proses pembiasaan untuk berbuat baik, berkata jujur, mandiri, disiplin, dan sebagainya. Pendidikan karakter tidak dapat terbentuk secara instan melainkan melalui suaatu proses belajar dan pendidikan.

Kemandirian merupakan bagian dari nila utama karakter yaitu suatu sikap yang diperoleh secara kumulatif melalui proses yang dialami seseorang dalam perkembangannya. Musthafa (2018) mendefinisikan kemandirian sebagai kemampuan untuk mengambil pilihan dan menerima konsekuensi yang menyertainya. dalam proses kemandirian seorang anak akan belajar untuk menghadapi berbagai situasi dan kondisi lingkungan sampai ia mampu berdiri sendiri dan tidak tergantung pada orang lain.

Pembahasan

Menumbuhkan kemandirian pada anak sebaiknya dimulai sejak dini, karena pada masa usia dini anak berada pada masa emas, dimana segala pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan dengan pesat. Untuk menumbuhkan kemandirian pada anak dapat dilakukan dengan pembiasaan maupun dengan keteladanan, dimana kedua hal tersebut sangat dekat dengan kehidupan anak.

Pembiasaan itu sendiri dapat dilakukan dalam kegiatan proses pembelajaran dimana anak dibiasakan untuk melakukan aktivitas pembelajarannya sendiri sedangkan guru berperan sebagai pembimbing dan mengarahkan kegiatan yang dilakukan oleh anak. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak kelompok A TK Budi Asih VII dalam kegiatan sub tema bendera negara, dimana anak melakukan kegiatannya sendiri yaitu mewarnai gambar bendera merah putih. Guru tidak memaksakan anak untuk memerintahkan warna apa saja yang akan dipergunakan untuk mewarnai gambar bendera.

Keteladanan merupakan unsur paling mutlak untuk melakukan perubahan perilaku hidup, dalam mempersiapkan dan membentuk moral spiritual dan sosial anak. Guru memberikan teladan dan contoh yang baik untuk anak-anaknya, seperti ketika diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia raya, guru memberikan contoh dengan sikap hormat kepada bendera merah putih sehingga dari teladan yang diberikan oleh guru secara tidak langsing akan melekat pada anak-anak untuk mengikutinya.

Menumbuhkan kemandirian pada anak tidaklah mudah, sebagai guru harus memberikan kepercayaan besar kepada anak, seperti ketika anak bermain bersama teman-temannya, anak diberikan kepercayaan oleh guru untuk bermain bersama dan saling berbagi mainan, sehingga terjadi interaksi antara anak. Interaksi yang dilakukan antara anak akan menumbuhkan kepercayaan diri yang melahirkan kemandirian anak.

Dalam mendorong tumbuhnya kemandirian anak usia dini guru perlu memberikan berbagai pilihan dan jika memungkinkan sekaligus memberikan gambaran kemungkinan konsekuensi yang menyertai pilihan yang diambilnya. dalam konteks prasekolah atau Taman kanak-kanak aspirasi dan kemauan anak-anak pembelajar perlu didengar dan diakomodasi agar anaj dapat membuat keputusan secara mandiri dan belajar dari konsekuensi yang ditimbulkan dari keputusan yang diambilnya tersebut. 

Kesimpulan

Kemandirian merupakan salah satu nilai utama dalam karakter yang menjadi fokus dalam pendidikan karakter. Kemandirian pada anak perlu ditumbuhkan  sejak dini karena pada masa itu semua aspek perkembangan berjalan dengan pesat. Demikianpun dengan kemandirian perlu ditanamkan sejak dini agar anak dalam segala aktivitasnya dapat mandiri tidak tergantung kepada orang lain.

Artikel ini dapat juga dibaca melalui laman https://neninnurdiani.blogspot.com/2021/05/artikel-menumbuhkan-kemandirian-pada.html


Bookmark

Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya