Pameran Karya untuk Pembelajaran Bermakna menuju Merdeka Belajar (Nominasi Penghargaan Guru Inovatif Indonesia) – SMKN 3 Kasihan

  Disukai 5
  Dilihat 281
bacaan

sumber ilustrasi : Dokumen pribadi
Diterbitkan : 25 Desember 2021 17:11
Sumber : https://www.canva.com/design/DAEw_GCbcrw/x48gk3XrkrKb7v7kOA_OiA/view?utm_content=DAEw_GCbcrw&utm_cam
Penulis : SUCI HANDAYANI

Pandemi Covid-19 merupakan tantangan besar bagi sistem pendidikan di Indonesia. Pembelajaran tatap muka yang sempat terhenti menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya learning loss atau kehilangan kesempatan belajar pada para siswa. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran, kepatuhan pada tata tertib, semangat dan antusiasme dalam belajar menurun drastis, ditambah dengan memburuknya perekonomian sebagian besar orang tua siswa yang berdampak pada tidak terpenuhinya sarana dan prasarana untuk mendukung pendidikan.  Para siswa mengalami disrupsi pada proses pembelajaran mereka. 

Hampir bersamaan dengan wabah Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai Merdeka Belajar, dimana guru diharapkan mampu mendesain pembelajaran yang membebaskan dan menyenangkan, sehingga siswa bebas untuk mengembangkan bakat, minat dan bidang yang dikuasainya. Sekolah mengkoordinasi para guru untuk dapat memodifikasi kurikulum secara mandiri agar sesuai dengan kompetensi yang dimiliki para siswa. Materi pembelajaran dipilih dengan memprioritaskan pada penguasaan materi yang esensial. Memodifikasi tujuan pembelajaran, materi ajar dan tantangan dilakukan agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna, materi yang diberikan ditekankan pada materi yang terkait dengan kehidupan, pengalaman dan hal-hal yang dekat dengan kehidupan siswa setiap hari, sehingga akhirnya siswa mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi yang telah mereka kuasai dalam kehidupan nyata. 

Siswa kelas X Animasi SMKN 3 Kasihan berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Mereka memilih bersekolah di SMKN 3 Kasihan karena mereka ingin mengembangkan minat dan bakat mereka dalam bidang Animasi. Siswa disekolah ini sangat kreatif, mereka suka berkarya, seperti menggambar, membuat sketsa, membuat komik, membuat ilustrasi maupun membuat video. Mereka adalah anak-anak produktif yang membutuhkan tempat untuk berkreasi. 

Agar hak setiap siswa terpenuhi, sekolah menetapkan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan teknologi. Platform Google Classroom dipilih sebagai platform utama dalam mengajar. Sebagai guru saya merasakan betapa beratnya beradaptasi dengan pengelolaan kelas merdeka belajar secara jarak jauh, berbagi cara  dilakukan agar pada siswa tetap termotivasi dan terlibat untuk belajar. Mencoba mencari media terbaik, memodifikasi materi dan penugasan yang diberikan kepada para siswa agar semakin nampak keterkaitan materi pembelajaran dengan kehidupan mereka sehari-hari. 

Tantangan Merdeka Belajar

Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain adalah menerapkan diferensiasi pembelajaran, siswa masih diberikan tugas yang seragam tanpa mempedulikan kompetensi yang mereka miliki serta keinginan untuk berkarya. Selain itu pembelajaran jarak jauh seakan-akan mengkondisikan siswa untuk bekerja secara individu, mereka kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya. 

Kedua hal ini menjadi tantangan terberat dalam pelaksanaan pembelajaran. Untuk mendorong pembelajaran bermakna, perlu dirancang proses pembelajaran yang berdiferensiasi, dimana guru mampu memenuhi dan merespon kebutuhan belajar siswa, melibatkan siswa dalam proses pembelajaran sesuai dengan bakat dan minat mereka. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menyadarkan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini terkait dengan kehidupan mereka, baik saat ini maupun di masa mendatang. Dengan perencanaan proses belajar yang melibatkan tentu, para siswa akan merasa senang dan termotivasi untuk belajar, kegiatan pembelajaran pun menjadi lebih bermakna. Sedangkan untuk memberikan pengalaman berinteraksi dengan teman dan guru perlu dirancang kegiatan yang bersifat kolaborasi. Kegiatan yang memampukan siswa untuk tetap terhubung dan bisa berkomunikasi dengan saling melihat, membaca, memahami dan mengapresiasi karya teman yang lain. 

Pameran Karya

Tujuan dari Pembelajaran Merdeka Belajar yang dilakukan adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Google Sites dipilih sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan tersebut. Satu sites disediakan untuk dikelola bersama dengan seluruh siswa di kelas X Animasi. Setiap anak memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk membuat sites ini menjadi tempat yang menarik sebagai wahana pameran dan apresiasi karya yang telah mereka buat selama pembelajaran Bahasa Inggris. Karya yang dipamerkan merupakan karya yang dipilih dalam setiap tantangan, sesuai dengan bakat dan minat dengan konten sesuai mata pelajaran yaitu Bahasa Inggris. 

Model pembelajaran jarak jauh yang digunakan di kelas adalah model pembelajaran campuran dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertemuan pertama adalah pemberian materi melalui Google Classroom, pada pertemuan pertama siswa belajar mandiri melalui materi yang telah diunggah.  Setelah mempelajari materi, siswa diberikan pertanyaan pemantik terkait dengan materi yang telah dibaca, apa yang mereka pahami, apa yang belum mereka pahami dan bagaimana mereka akan mempelajarinya. 

Pada pertemuan kedua, guru dan siswa melakukan sesi sinkronus melalui video conference. Pada sesi ini guru dan siswa mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran, melakukan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan dan memberikan umpan balik yang bermanfaat. Sesi ini menjadi sesi yang menyenangkan, sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan emosional serta membangun empati antara guru dan siswa. 

Pertemuan ketiga merupakan kegiatan tindak lanjut, siswa mengerjakan proyek pameran karya di google sites secara asinkronus. Guru memberikan tantangan dan siswa boleh memilih tantangan yang mereka sukai dari berbagai pilihan yang sudah disediakan untuk meningkatkan pemahaman mereka pada keterampilan berbahasa yang harus dikuasai. Selanjutnya setiap tantangan yang telah disepakati diunggah dalam sites kelas, hingga akhirnya setiap anak bisa melihat, mengomentari dan mengapresiasi karya anak yang lain. 

Refleksi dan Perubahan

Setelah melakukan kegiatan pembelajaran Merdeka Belajar yang melibatkan, ada banyak perubahan yang terjadi pada para siswa. Pertama mereka semakin aktif dan terlibat dalam setiap pembelajaran, hal ini dibuktikan dengan tingkat partisipasi siswa dalam mengunggah karya pada pameran karya di Google Sites. Karya yang dihasilkan pun menarik dan semakin memotivasi siswa lain untuk menampilkan karya yang lebih baik. Kedua, siswa merasakan pembelajaran yang bermakna karena mereka telah menyelesaikan pilihan tugas pembelajaran yang didesain dalam bentuk tantangan sesuai dengan minat, bakat dan kompetensi mereka, sehingga mereka tidak merasa terbebani dan bahkan materi pembelajaran yang diterima tersimpan lebih lama dalam memori. Ketiga, siswa merasakan interaksi yang lebih erat dengan teman-temannya, mereka saling memotivasi dengan menunjukkan karya terbaik yang mereka miliki. Keempat, guru dan siswa mengalami merdeka belajar, mereka memiliki kebebasan dalam berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan menentukan pilihan-pilihan sesuai dengan kompetensi dan minatnya secara mandiri, kreatif dan bertanggungkjawab. 

Tautan Presentasi: https://www.canva.com/design/DAEw_GCbcrw/x48gk3XrkrKb7v7kOA_OiA/view?utm_content=DAEw_GCbcrw&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=publishsharelink

 

 


Bookmark