Paradigma Pembelajaran All In One Masa Kini

  Disukai 4x
  Dilihat 238x

8:29 am

bacaan

sumber ilustrasi : Koleksi Foto Pribadi
Sumber : Modul 2.1 PGP
Penulis : URWATUL WUSQO

Untuk dapat melakukan praktik pembelajaran berdiferensiasi secara lebih efektif, terlebih dahulu kita harus melakukan identifikasi dan melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid. Identifikasi dan pemetaan dilakukan sebelum melaksanakan proses pembelajaran, sehingga akan memudahkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran karena semuanya sudah terkonsep dan terstruktur dengan baik.

Pendekatan yang seharusnya diubahsesuaikan dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang menyamaratakan kemampuan dan kebutuhan belajar murid menuju ke pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Pendekatan berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang mengakomodasi seluruh kebutuhan murid dengan melalukan identifikasi dan pemetaan kebutuhan murid terlebih dahulu sesuai dengan minat, kesiapan belajar, dan profil belajar yang tertuang dalam konten, proses, produk serta lingkungan belajar.

Pikiran positif akan mendatangkan hal yang positif. Meskipun banyak tantangan, tapi sebagai seorang manusia kita wajib berpikiran positif (husnudzon) karena sesuatu yang baru, yang belum banyak dikenal, meskipun pada kenyataanya sudah banyak yang melaksanakan tanpa disadari,. Paradigma ini perlu kita sosialisasikan, kita imbaskan, sehingga pendekatan pembelajaran berdiferensiasi ini menjadi paradigma pembelajaran yang baru, yang tentunya dapat lebih bermanfaat bagi murid khususnya karena semua murid dapat dilayani sesuai kebutuhan belajarnya masing-masing, yang berimbas pada tercapainaya seluruh tujuan pembelajaran.

Salah satu solusi permasalahan terkait pembelajaran di kelas adalah pembelajaran berdiferensiasi. Konsep pembelajaran ini menjawab pertanyaan yang selama ini muncul yakni bagaimana caranya seorang guru dapat melayani seluruh kebutuhan murid dalam satu waktu.

Setelah mempelajari, berdiskusi, dan membaca sumber belajar yang telah disediakan, saya selaku CGP menjadi lebih lebih memahami bagaimana seharusnya guru action di kelas agar semua kebutuhan belajar murid dapat terpenuhi. Konsep pembelajaran berdirensiasi adalah salah satu jawabannya. Hanya saja ada beberapa kesulitan yang ditemui, salah satunya adalah strategi proses karena dalam menerapkan strategi proses harus melihat kebutuhan belajar siswa berdasarkan kesiapan belajar, minat dan profil belajar. Proses pembelajaran berdiferensiasi ini harus bisa menyesuaikan keberagaman secara akademik dan berusaha untuk memberikan pengalaman belajar yang tepat dan menantang untuk semua murid. Jangan sampai tugas yang kita berikan menantang beberapa peserta didik tapi sangat rumit untuk peserta didik lain.

Berbagai dukungan sangat diperlukan untuk menerapkan hal yang sulit tersebut salah satunya adalah dukungan dari sekolah berupa sarpras, kepala sekolah, orang tua siswa sebagai pendamping belajar anak, dan teman sejawat sebagai pengamat. Saya mencari dukungan dengan cara meminta ijin kepada kepala sekolah, mensosialisasikan kepada guru, mendatangi orang tua siswa mensosialisasikan tentang pembelajaran berdiferensiasi yang akan dilakukan dan meminta kerjasama dengan orang tua agar bisa menjadi teman diskusi dan belajar untuk murid di rumah terlebih kondisi saat ini masih berada di masa pandemi, dimana peran orang tualah yang sangat strategis.

Sebagai agen perubahan, risiko untuk memodifikasi pembelajaran jika kebutuhan belajar harus saya ambil apabila tidak dapat diakomodasi oleh pembelajaran berdiferensiasi asalkan rancangan pembelajaran yang kita buat sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, tidak melanggar norma dan etika, dan sesuai dengan kurikulum. Karena inti dari rancangan pembelajaran berpusat pada murid (student centered) adalah memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar sesuai potensi yang dimiliki.

 



Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya