Pelaksanaan Ibadah di Masa COVID-19

  Disukai
  Dilihat 77
refleksi

sumber ilustrasi : Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441H / 24
Diterbitkan : 30 November 2021 07:50
Sumber : SUDIRMAN S MOKOLALAG
Penulis : SUDIRMAN S.MOKOLALAG
RPP Terkait : SHOLAT DALAM KEADAAN DARURAT PADA MASA COVID-19
Jenjang : SMP/MTS/Paket B
Kelas : 7
Mapel : Fiqih

Pengertian Ibadah

Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk, sedangkan menurut syarah (terminologi) adalah taat kepada Allaah swt dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya.

Ibadah terbagi 3 macam yaitu :

1. Ibadah yang dilaksanakan dengan hati (qalbiyah) berupa rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut).

2. Ibadah yang dilaksanakan dengan lisan (lisaniyah) berupa bertasbih, tahlil, tahmid dan bersyukur.

3. Ibadah yang dilaksanakan dengan anggota badan (badaniyah) berupa sholat, zakat, haji, jihad, dll.

Dalam masa Pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini, Pelaksanaan Ibadah Wajib yang semestinya dilaksanakan secara berjama’ah di masjid, maka sepakat Ulama & Umarah bahwa kewajiban itu dapat dilaksanakan secara berjama’ah dirumah. Adapun Ibadah yang di maksud ialah sebagai berikut:

Sholat Lima Waktu Berjama’ah

Pelaksanaan sholat berjama’ah di masjid hukumnya Sunnah Mu’akkad. adapun menjaga diri dari penularan virus yang mematikan hukumnya wajib. Memprioritaskan ibadah wajib daripada yang sunnah adalah lebih baik. Jika ada yang tetap melaksanakan di masjid secara berjama’ah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, mengecek suhu badan jama’ah, mengatur shaf/menjaga jarak (Physical Distancing), menggunakan hand sanitizer, memakai masker dan menggunakan alat sholat/sejadah sendiri, dan jika tidak terpenuhi, maka pelaksanaan sholat lima waktu dapat dilaksanakan secara berjama’ah dirumah dengan keluarga inti. sebagaimana sabda Nabi Saw : ” Hindarilah wabah penyakit seperti (menghindari) kejaran macan ” (HR. Bukhari)

Sholat Jum’at Berjama’ah

Hukum pelaksanaan sholat jum’at bagi umat islam yang berjenis kelamin laki-laki, baligh, berakal sehat, dan bermukim (bukan musafir) maka hukumnya adalah fardhu ‘ain. Ketika ada uzur seperi sakit, hujan lebat, ataupun pandemi covid-19 seperti saat ini, maka kewajiban sholat jum’at gugur, dan menggantikannya dengan sholat dzuhur empat rakaat dirumah dan pahalanya sama dengan sholat jum’at di masjid.

Sholat Idul Fitri Berjama’ah

Sebagai akhir pelaksanaan ibadah spritual bulan Ramadhan, Allaah swt mensyariatkan sholat sunnah Idul Fitri di awal bulan syawal.

Sholat idul fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tata cara pelaksanaan berbeda dengan sholat sunnah yang lainnya. Perbedaannya ada penambahan takbir sebanyak tujuh kali dirakaat pertama dan lima kali takbir di rakaat kedua dan diiringi dengan bacaan tasbih yang dirangkaikan dengan khutbah setelah sholat . dan hukum pelaksanaannya adalah sunnah muakkad. Dalam suasana pandemi sholat dan khutbah idul fitri tidak dilaksanakan di masjid/dilapangan namun dapat dilaksanakan dirumah untuk menghindari penularan covid-19.

Demikian artikel singkat ini dibuat semoga bermanfaat buat kita semua, dan selama masa pandemi mari kita tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 agar kita tetap sehat dan selamat.


Bookmark