Platform Belajar Smapa Kreatif dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19

  Disukai
  Dilihat 175
refleksi

sumber ilustrasi : https://tse2.mm.bing.net/th?id=OIP.ZZx9Q6moqoOW4Tb
Diterbitkan : 6 Juni 2022 20:20
Sumber : Pengalaman
Penulis : ITA YUNIASTUTI ZUHRIYAH
RPP Terkait : Teks Laporan Hasil Observasi
Jenjang : SMA/MA/Paket C
Kelas : 10
Mapel : Bahasa Indonesia

Pandemi Covid-19 membawa dampak positf dan negatif di semua bidang kehidupan. Tak terkecuali di bidang pendidikan. Jika ditinjau dari segi kualitas output pendidikan, maka pandemi ini memang memberikan dampak penurunan kualitas siswa. Namun jika ditinjau dari segi penunjang proses pendidikan, maka pandemi ini memberikan perubahan yang sangat signifikan. Hal ini terbukti bahwa dari pembelajaran yang dulunya konvensional (tatap muka), saat ini harus beralih ke pembelajaran daring yang menuntut pelaku pendidikaan untuk berinovasi bagaimana pembelajaran tetap berlangsung dengan efektif dan menyenangkan.

Pun pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri 4 Probolinggo, yang sejak bulan Maret 2020 harus dilaksanakan secara daring. SMAN 4 Probolinggo pun berusaha menyiapkan pembelajaran daring tersebut dengan berbagai pertimbangan agar menghasilkan pembelajaran yang efektif. Sejak semester Ganjil 2021, SMAN 4 Probolinggo sepakat menggunakan platform yang dinamakan Platform Belajar Smapa Kreatif. Platform ini disiapkan dengan memperhatikan karakteristik guru, siswa, dan orang tua siswa. Mengapa harus memperhatikan 3 komponen tersebut? Karena dalam pembelajaran daring, ketiga komponen tersebut saling mempengaruhi dan saling mendukung.

Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran daring di tahun pelajaran 2020/2021 yang tidak berkontrol dan masukan dari guru-guru, maka tim kurikulum SMAN 4 Probolinggo mencetuskan gagasan me­luncurkan Platform Belajar Smapa Kreatif. Salah satu pertimbangan tersebesar pemilihan penggunaan platform ini adalah dalam kondisi pandemi, kehidupan ekonomi sosial masyarakat pun pastinya juga terdampak, termasuk para orangtua siswa. Banyak orangtua siswa yang kehilangan mata pencahariannya, namun kebutuhan anaknya untuk melaksanakan pembelajaran daring juga cenderung meningkat, sehingga sering terjadi “drama” siswa tidak bisa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar selanjutnya disingkat KBM daring dengan alasan tidak memiliki kuota internet ataupun perangkatnya (gawai) yang sudah kurang sesuai atau mendukung untuk mengikuti pembelajaran daring.

Sebenarnya platform ini tidak jauh berbeda dengan platform yang digunakan oleh mayoritas sekolah lain. Platform Belajar Smapa Kreatif merupakan kombinasi penggunaan Google Worksheet (Google Classroom, Google Meet) dengan menggunakan akun belajar.id dan Whatsapp Group, di mana dua aplikasi ini penggunaan paket datanya difasilitasi dari pemerintah berupa bantuan kuota belajar Kemdikbud. Namun, penggunaan dua aplikasi tersebut dalam pembelajaran daring di SMAN 4 Probolinggo dilaksanakan dengan terstruktur dan tersistem.

Agar terstruktur dan tersistem, maka sebelum Platform Belajar Smapa Kreatif ini dirancang sedemikian rupa melalui langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Membentuk tim untuk mencoba Platform Belajar Smapa Kreatif, menganalisis dan menentukan platform yang akan dipakai
  2. Mensosialisasikan platform, mekanisme, dan sistem pembelajaran daring
  3. Monitoring saat pelaksanaan daring
  4. Evaluasi kegiatan pembelajaran daring

 

  1. Google Worksheet (Google Classroom, Google Meet)

Google Classroom atau disingkat GC digunakan sebagai media pengiriman materi, tugas, dan penyimpanan tugas. Untuk menghindari banyaknya kelas yang dimiliki oleh guru karena banyaknya kelas yang diajar dan jika ditinjau dari siswa karena banyaknya mata pelajaran, maka dalam Platform Belajar Smapa Kreatif hanya menggunakan satu kelas digital (dalam GC) untuk satu kelas riil (Nyata). Jadi, satu siswa hanya akan memiliki satu kelas di GC, sedangkan guru akan memiliki kelas di Google-Classroom sesuai jumlah kelas yang diampu.

Dalam kelas digital tersebut, yang bertanggung jawab adalah wali kelas masing-masing. Sedangkan anggota kelas digital tersebut ada kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, wali kelas, guru pengajar, dan siswa. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah monitoring dari tim kurikulum dalam pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan Platform Belajar Smapa Kreatif ini.

       Untuk aplikasi Google Meet, tidak setiap pelaksanaan KBM digunakan. G-Meet digunakan oleh di saat tertentu saja, di mana guru merasa perlu melaksanakannya. Namun, tidak semua siswa bisa bergabung dalam pertemuan KBM melalui G-meet tersebut karena terkendala sinyal ataupun terbatasnya kuota internet yang dimiliki (mayoritas mengandalkan bantuan kuota internet dari Kemdikbud).

 

2. Whatsapp Group

Whatsapp Group atau disingkat WAG digunakan sebagai media komunikasi, presensi, konfirmasi saat KBM berlangsung. Sama seperti Classroom, untuk menghindari banyaknya kelas yang dimiliki oleh guru karena banyaknya kelas yang diajar dan jika ditinjau dari siswa karena banyaknya mata pelajaran, maka dalam Platform Belajar Smapa Kreatif hanya menggunakan satu grup WA KBM untuk satu kelas. Jadi, satu siswa hanya akan memiliki satu kelas di Grup WA KBM, sedangkan guru memiliki kelas di Grup WA KBM sesuai jumlah kelas yang diampu.

Dalam Grup WA KBM tersebut, yang bertanggung jawab adalah wali kelas masing-masing. Sedangkan anggota Grup WA KBM tersebut ada kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, wali kelas, guru pengajar, dan siswa. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah monitoring dari tim kurikulum dalam pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan Platform Belajar Smapa Kreatif ini. Namun, untuk guru pengajar hanya masuk Grup WA KBM kelas tersebut saat jam mengajarnya saja dan bisa keluar grup setelah selesai jam mengajar. Hal ini dimaksudkan agar guru bisa fokus mengajar melalui chat grup WA KBM dan bisa membuka kembali chat tersebut setelahnya untuk merekap nilai tanpa tertumpuk dan terganggu notifikasi chat mata pelajaran yang lain di grup KBM kelas tersebut.

Selain itu, juga ada aturan dalam penamaan grup WA KBM, yaitu dengan format: KBM (spasi) Kelas (spasi) Tahun Pelajaran. Untuk foto profil grup tersebut berupa foto jadwal pelajarannya.

Sedangkan untuk penamaan akun siswa, menggunakan format: nomor urut_Nama Lengkap. Sedangkan guru harus menggunakan nama lengkap. Untuk foto profil, baik guru dan siswa menggunakan foto resmi.

Hasil pembelajaran daring dengan menggunakan Platform Belajar Smapa Kreatif tersebut mendapat respons yang sangat baik dari murid. Hal ini terbukti dengan komunikasi yang sangat aktif saat pembelajaran melalui grup WA KBM dan tugas yang terselesaikan di Google Classroom. Karena sekolah lebih mengutamakan kenyamanan bagi semua, menerima masukan dari guru, murid, dan orang tua. Sehingga proses pemebelajaran dapat berjalan dengan baik, efektif, termonitoring, dan nyaman bagi semua.

Namun dalam proses pembelajaran daring dengan menggunakan Platform Belajar Smapa Kreatif tersebut pun juga terdapat kendala yang berakibat tidak semua materi dapat tersampaikan. Penyebabnya adalah saat pembelajaran daring berlangsung, sering kali koneksi internet terputus, ada murid masih membantu orang tua bekerja, atau murid terlambat dengan berbagai alasan.

Akhir dari praktik baik ini dapat disimpulkan bahwa “Tak ada platform yang sempurna. Namun, yang ada adalah platform yang baik, yang tepat sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing”.


Bookmark

Cari Artikel Lain

Artikel terkait lainnya