Problematika Pembelajaran Masa Darurat Bencana Non Alam

  Disukai 2
  Dilihat 94
bacaan

sumber ilustrasi : Internet
Diterbitkan : 30 November 2021 07:45
Sumber : Google dan Internet
Penulis : IRMAH
Jenjang : SMP/MTS/Paket B
Kelas : 7
Mapel : Fiqih

A.   LATAR BELAKANG

Merebaknya kasus pandemic Corona virus Diseasi 2019 (covid 2019) sjak desember 2019 sampai saat ini mengharuskan semua proses pembelajaran bagi siswa untuk sementara waktu dilakukan dirumah.Hal ini perlu dilakukan guna meminimalisir kontak fisik secara missal sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Untuk mengisi kegiatan pembelajaran yang harus diselesaikan pada tahun pelajaran ini, pemarintah mengambil kebijakan pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh dengan media daring (dalam jaringan),baik menggunakan ponsel,PC,atau laptop.

Media daring dirasa sangat efektif sebagai langkah solutif untuk mencegah penyebaran covid 19 dilingkungan pendidikan.Guru tinggal memberi soal yang nantinya dikirim melalui ponsel/laptop untuk siswa atau orang tua.Kemudian siswa tinggal mengerjakan tugas dari guru.Hasil pekerjaan siswa tersebut dikirim kembali kepada guru melalui WA,aplikasi,atau dikimpulkan pada saat masuk sekolah.

Implementasi pembelajaran daring yang sudah berjalan beberapa pekan ini secara umum berjalan lancar.Namun demikian ,seiring perjalanan waktu mulai muncul banyak permasalahan .Diantaranya tugas guru yang terlalu banyak sampai keluhan soal kuota dan jaringan internet.Hal yang sama dikeluhkan pula oleh siswa.

Tentunya alangkah tidak bijak kalau serta merta menyalahkan para guru .Dalam situasi darurat guru harus bertindak cepat agar pembelajaran bias berjalan efektif.ponsel yang semula hanya sebagai media komunikasi , sekarang bermulti fungsi.Termasuk dalam memberikan materi dan tugas dalam durasi yang sangat pendek.

Apresiasi layak diberikan kepada guru,sekolah dan siswa karena mereka beradaptasi dengan cepat.Namun seiiring berjalannya waktu semua pihak perlu mengevaluasi pembelajaran daring tersebut agar tujuannya bias tercapai secara optimal.

Apresiasi kepada pekerjaan siswa perlu diberikan guru agar tujuan pembelajaran bias tercapai.Salah satu tujuan pembelajaran termasuk daring ini adalah pencapaian kompotensi siswa yang dikenal dengan 4C yaitu critical thinking (berpikir kritis ),creativity thinking (berpikir kreatf ),collaboration (bekerja sama atau berkolaborasi ),communication (berkomunikasi )

Keberhasilan pembelajaran daring perlu adanya kerja sama sinergis antara guru,sekolah,orang tua dan siswa.Kesuksesan pembelajaran daring selama masa krisis covid 19 tergantung pada kedisiplinan semua pihak.Guru menyusun jadwal yang sistematis,terstruktur dan simple untuk memudahkan komunikasi dengan orang tua agar siswa yang belajar dirumah dapat terpantau secara efektif.

B.     SINTAKS  PEMBELAJARAN  GOOGLE  CLASSROOM

v  Persiapan

– Menyusun RPP masa covid 19 agar pembelajaran berjalan sistematis

– Guru membuat link google classroom dan menyiapkan kode kelas kemudian di bagikan kepada siswa

– Siswa membuat WA group,guru bergabung didalamnya dan mengirim kode kelas kepada siswa.

– Pembelajaran moda daring google classroom menggunakan pendekatan saintifik,model pembelajaran   direct instruction dan metode diskusi,maka dibentuk kelompok belajar virtual (KBV).

v Pelaksanaan

– Guru dan siswa mengaktifkan aplikasi google classroom

– Membagi siswa dalam kelompok virtual,.

– Mengirimkan materi pelajaran,penugasan atau lainnya dalam bentuk file word atau pdf maupun video terkait materi ajar,kepada setiap kelompok.

-Guru dan siswa membuat kesepakatan batas waktu penyerahan tugas

-Siswa mengirim jawaban,guru memriksa hasilnya serta member nilai dalam bentuk kuantitatif atau kualitatif lalu mengupload ke google classroom

Diakhir pembelajaran, guru memotivasi  siswa untuk tetap semangat dalam pembelajaran dan tetap “stay at home”

C. SUASANA HATI PADA SAAT KEGIATAN PEMBELAJARAN

Darurat penanganan wabah virus covid 19 semakin diperpanjang.Anjuran untuk menjaga jarak social,bekerja dari rumah dan belajar dari rumah dengan system pembelajaran online untuk para siswa menjadi sebuah aktifitas yang membutuhkan adaptasi baru. Yang dirasakan oleh siswa adalah perubahan pola kegiatan belajar mengajar ,dari tatap muka dikelas menjadi cara online baik melalui group WA maupun aplikasi lainnya.

Perasaan gelisah,yang dirasakan oleh guru dan siswa pada saat pembelajaran online yang dituntut harus memiliki kuota akses jaringan yang bagus,sehingga mejadi salah satu kendala pada saat melaksanakan pembelajaran.

Suasana pembelajaran saat ini semakin membuat guru dan siswa saling merindukan. Suasana ramai disekolah,bersenda gurau,belajar bersama.demikian pula yang dirasakan oleh guru.

Guru memberikan pelajaran dengan menggunakan panduan kurikulum darurat guna terarahnya proses pembelajaran.Meskipun ada rasa kekhawatiran namun proses pembelajaran tetap dilaksanakan.

D.TANGGAPAN ORANG TUA,GURU DAN SISWA

         Pembelajaran saat pandemic covid 19 merupakan masa adaptasi yang penuh kebingungan dan ketidakpastian, banyak guru,orang tua yang belum familer terhadap teknologi “pasti tidak mudah”.

     Tidak sedikit orang tua yang merasa kerepotan dengan kegiatan pembelajaran seperti ini,sebab mereka melakukan pekerjaan rumah tangga,mereka juga harus mengasuh serta menjadi guru serba bisa bagi anak-anaknya dirumah.Dan hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah bagi seorang ibu rumah tangga,apalagi bila latar belakang pendidikan orang tuanya rendah,hal ini sangat sulit bagi mereka.

     Dalam pembelajaran seperti ini guru harus mampu menciptakan suasana yang bermakna dan menyenangkan agar tidak membuat siswa jenuh,guru memberikan pembelajaran dengan terencana dan efektif,menyatukan presepsi dan konsentrasi siswa dalam melakukan penguatan karakter siswa.Dalam memberikan materi secara online lebih sulit dari pada tatap muka dikelas karena guru terkadang merasa kesulitan mangajak siswa untuk aktif ,komunikatif bahkan diruang diskusi yang sengaja diadakan .Sementara siswa melalui online membutuhkan daya tangkap yang cepat.

   Siswa dengan segala daya dan upayanya melaksanakan dan merespon kegiatan pembelajaran dirumah,sebab mereka bisa menggunakan ponsel setap hari mekipun harus dalam pantauan orang tua.Tidak semua siswa memiliki ponsel maupu laptop sehingga guru menggunakan dua moda pembelajaran yaitu moda daring dan moda luring.

E.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODA DARING CLASS ROOM

Kelebihan

 –            Waktu dan tempat lebih efektif .sisa bisa langsung mengikuti proses belajar dari rumah.

–             Menumbuhkan kesadaran pada siswa hal ini yang lebih produktif dan mencerdaskan,tidak hanya untuk bermain social media dan game.

–           Siswa tidak hanya tergantung pada guru untuk melakukan riset sendiri melalui internet.

–           Siswa terlatih untuk lebih menguasai teknologi informasi yang berkembang.

Kekurangan

–            Sulit mengontrol mana siswa yang serius,mana yang tidak.

–            Bagi siswa yang tinggal dilokasi yang infrastruktur komunikasinya masih kurang baik,akan kesulitan  Untuk  mengakses internet’

–           Tidak semua siswa memiliki kemampuan mengakses peralatan seperti computer,laptop dan ponsel  untuk belajar online.

–           Terlalu banyak distraksi yang bisa mengganggu konsentrasi siswa belajar.

F.PENUTUP

Kesimpulan

               Salah satu cara yang digunakan untuk pembelajaran dimasa pandemic covid 19 saat ini adalah pembelajaran moda daring google class room.dengan dengan menggunakan panduan kurikulum darurat agar siswa tetap mendapatkan layanan pendidikan dengan baik.

Saran

– Sebagai pondasi awal sebaiknya disosialisasikan dan dikomunikasikan kepada masyarakat untuk menyadari tuntutan pembelajaran melalui online dimasa darurat covid 19.

-Sebaiknya pihak pemerintah dapat menyediakan akses internet diwilayah dimana terdapat sekolah/madrasah guna memudahkan jangkauan internet dalam pembelajaran online. 


Bookmark