SHALAT TARAWIH DAN SHALAT IED DI TENGAH WABAH

  Disukai 1
  Dilihat 35
refleksi

sumber ilustrasi : https://nasional.tempo.co
Diterbitkan : 30 November 2021 07:48
Sumber : Portal Berita dan Opini Penulis, Budiyono, S.Pd.I
Penulis : BUDIYONO
RPP Terkait : Shalat Sunah Mu’akkad dan Gairu Muakkad
Jenjang : SMP/MTS/Paket B
Kelas : 7
Mapel : Fiqih

Pandemi virus COVID -19 membuat suasana Ramadhan tahun ini menjadi berbeda. Banyak tempat ditutup guna meminimalisir penyebaran virus tersebut. Bahkan masjid yang menjadi patokan ummat Muslim yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pun ikut ditutup.

Mengutip laman CNN, situs suci umat Islam termasuk Makkah dan Madinah di Arab Saudi dan Masjidil Aqsha di Palestina dikosongkan selama Ramadhan setelah pihak berwenang menyarankan jamaah untuk shalat di rumah.

Bagaimana di Indonesia ? pihak berwenang yakni Kementrerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah pandemic Covid – 19.

” Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, serta melindungi pegawai serta masyarakat Muslim di Indonesia dari resiko covid -19.” Jelas Menteri Agama, Fachrul Razi( tirto.id )

Meskipun begitu, masih ada sebagian masyarakat muslim yang tetap melaksanakan shalat berjamaah di masjid yang ada disekitar tempat tinggalnya dengan alas an bahwa mereka sudah mengikuti protocol kesehatan, ada pula yang beralasan bahwa mereka berada di zona aman, dan berbagai alas an lainnya.

Terhadap fenomena tersebut, kita tidak bias saling menyalahkan. Toh, surat edaran Kemenag bersifat himbauan.

Pentingnya Belajar Ilmu Agama, Terlebih Lagi yang Terkait dengan Ibadah.

“ Dua rakaat salat seorang yang berilmu, lebih baik dari pada seribu rakaat shalatnya orang bodoh”. ( al-hadits )

Virus Covid-19 yang mewabah di negeri ini, menunjukkan bahwa betapa pentingnya belajar ilmu agama terutama ilmu yang berkaitan dengan ibadah qauliyah sehari hari. Bukan maksud penulis memandang sebelah mata, tapi berapa banyak keluhan kepala keluarga muslim yang disampaikan kepada penulis ,bahwa mereka tidak bias bertindak menjadi imam bila shalat jamaah harus di rumah masing-masing. Bahkan akhirnya ada diantaranya yang tidak shalat tarawih Ramadhan.

Di lain pihak, banyak orang tua yang bersyukur karena mereka telah menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan agama (madrasah, pesantren). Disinilah Nampak peranan penting siswa-siswa madrasah atau sejenisnya, yakni mereka mampu menjadi imam shalat jamaah di rumah masing-masing. Adapun yang menjadi kendala mereka adalah hafalan surat-surat pendek yang masih kurang. Terhadap masalah ini, guru fikih memberikan solusi bahwa bacaan surah surah pendek setelah fatihah dapat berulang-ulang kali digunakan. Guru juga memberikan modul atau resume tentang tuntunan praktis pelaksanaan shalat tarawih dan Ied di rumah, lengkap dengan doa-doanya.

Penutup

Banyak ulama sepakat mengatakan, shalat Tarawih dan Ied dapat dilakukan di masjid atau rumah, tidak ada perbedaan validitas antara keduanya. Selama masa pandemic, saat orang orang di karantina atau isolasi mandiri di rumah masing-masing untuk keselamatan diri sendiri dan keluarga, semestinya mendorong umat Islam untuk focus pada kebiasaan berdoa secara individu dan mengubah isolasi menjadi kedamaian bathin.

Kita meninggalkan satu ajaran agama Islam, demi mengerjakan ajaran lainnya dalam Islam. Kita tidak mengerjakan shalat berjamaah di masjid yang di anjurkan agama, demi terhindar dari bahaya, itu juga bagian dari ajaran agama Islam.

Semoga Allah SWT senantiasa meridhai dan selalu melindungi kita semua. Aamiin.


Bookmark